Mereka Adalah Bukti Bahwa Disabilitas Masih Mampu menoreh Prestasi

Menjadi penyandang disabilitas adalah perjuangan yang tidak mudah. Diskriminasi sosial adalah hal yang sering didapatkan. Pandangan kasihan dan diremehkan bukan hal tabu bagi penyandang disabilitas. Padahal mungkin saja mereka mempunyai kecerdasan yang sama, bahkan lebih tinggi dari pada orang normal. Disabilitas bukan berarti tidak mampu secara keseluruhan. Disabilitas masih bisa mengimbangi kegiatan orang normal, meski dengan keterbatasan-keterbatasan tertentu. Demi menggali potensi disabilitas inilah maka pemerintah berupaya membuat Indonesia Ramah Disabilitas.

Aurelia Dinda Sekar Devanti adalah salah satu penyandang disabilitas yang mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang ASEAN Paralympic Games 2017. Gadis itu meraih dua medali emas sekaligus memecahkan rekor pada ajang olah raga khusus bagi penyandang disabilitas. Hal ini adalah bukti bahwa penyandang disabilitas pun mampu mengharumkan nama Indonesia.

Selain itu, masih ada Akmala Hadita yang menjadi dosen sekaligus perempuan disabilitas etra pertama di Indonesia peraih gelar doktor. Akmala kehilangan penglihatan sejak SMA akibat kecelakaan motor. Saat itu menjelang ujian akhir sekolah, sehingga sempat merasa frustasi dan ingin mengakhiri hidupnya. Segala percobaan bunuh diri pernah dilakukan Akmala, tetapi selalu ada yang menyelamatkannya. Pada akhirnya, Akmala memutuskan untuk bangkit. Dukungan sosial membuatnya bersemangat untuk melanjutkan hidup. Akhirnya Akmala berhasil menyelesaikan program sarjana, kemudian meneruskan studinya hingga meraih gelar doktor dari salah satu universitas di Indonesia. Spesialisasinya yang diambil adalah pendidikan luar sekolah, hingga kini menjadi dosen tetap di salah satu universitas di Jawa Barat.

Selain Akmala dan Aurelia, sebenarnya masih ada penyandang disabilitas lain yang memiliki prestasi yang membanggakan. Melihat fakta tersebut, sudah seharusnya kita tidak meremehkan penyandang disabilitas. Prestasi-prestasi tersebut juga menjadi tonggak untuk kebangkitan penyandang disabilitas. Singkirkan pola pikir disabilitas perlu dikasihani. Sebaliknya, disabilitas adalah kelebihan yang tidak bisa dilihat oleh semua orang. Dukungan sosial dan apresiasi adalah hal yang paling dibutuhkan penyandang disabilitas agar bangkit dan tetap bersemangat menjalani kehidupan.

Mari wujudkan Indonesia Ramah Disabilitas, tidak hanya bagi negara sendiri, namun juga bagi pendatang negara lain.